Laporan Progres Tugas Besar Mata Kuliah Kimia (TR-48-01)
LAPORAN PROGRES TUGAS BESAR KIMIA MEMBUAT
ALAT WATER IONIZER
Disusun Oleh:
Kelompok 5
Fransiscus Grace Felix Malau 101062400027
Naya Novelia Cahyani Putri 101062400029
Muhammad Nazuar Husain 101062400031
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SISTEM ENERGI
FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO
2024/2025
Pendahuluan
Air adalah kebutuhan
dasar bagi kehidupan di Bumi, dan kualitas air sangat memengaruhi kesehatan
manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, muncul teknologi yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas air minum, salah satunya adalah water ionizer. Water
ionizer merupakan perangkat yang digunakan untuk mengubah air biasa menjadi
air dengan sifat alkali atau asam melalui proses elektrolisis. Teknologi ini
banyak digunakan untuk keperluan kesehatan, rumah tangga, dan industri.
Proses ionisasi air
melibatkan pemisahan ion-ion dalam air dengan menggunakan elektroda. Air yang
dihasilkan memiliki pH yang berbeda, bergantung pada kebutuhan pengguna. Air
alkali sering diklaim memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu menetralisasi
asam dalam tubuh, meningkatkan hidrasi, dan berfungsi sebagai antioksidan. Di
sisi lain, air asam biasanya digunakan untuk keperluan sanitasi dan perawatan
kulit.
Dalam ilmu kimia,
teknologi water ionizer menghadirkan beberapa aspek penting untuk
dipelajari, termasuk reaksi elektrokimia, mekanisme ionisasi, dan perubahan
sifat fisikokimia air. Penelitian tentang manfaat dan efektivitas air hasil
ionisasi juga menjadi topik yang menarik untuk didalami, mengingat banyaknya
klaim yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas
prinsip kerja, mekanisme kimia, serta aplikasi dan potensi manfaat dari water
ionizer untuk memahami lebih dalam kontribusi teknologi ini terhadap
kehidupan sehari-hari.
Rencana Cara Kerja Elektrolisis:
1. Persiapan Bahan dan Alat
- Air mineral/air dengan kandungan TDS (Total
Dissolved Solids)
- Elektroda (karbon grafit atau stainless steel)
- Membran semi-permeabel
- Sumber tegangan DC (disarankan dari penyearah AC
220V)
2. Konfigurasi Peralatan
- Siapkan wadah yang terbagi menjadi dua sisi (anoda
dan katoda)
- Pasang elektroda dengan jarak sekitar 7 cm
- Gunakan membran pemisah untuk memisahkan kedua sisi
3. Proses Elektrolisis
- Isi wadah dengan air mineral hingga penuh
- Ukur parameter awal: pH, TDS, suhu, dan ORP
- Hubungkan sumber tegangan DC ke elektroda
- Jalankan proses elektrolisis selama waktu tertentu
(misalnya 180 menit)
4. Mekanisme Reaksi
- Pada katoda (sisi negatif):
Ion positif
(Ca2+, Mg2+, Na+, K+) tertarik
Bergabung
dengan OH- membentuk air alkali
Menghasilkan
pH > 7 dan ORP negatif
- Pada anoda (sisi positif):
Ion negatif
(SO42-, NO3-, CO32-, Cl-, F-) tertarik
Bergabung
dengan H3O+ membentuk air asam
Menghasilkan
pH < 7 dan ORP positif
5. Pengamatan dan Pengukuran
- Ukur arus elektrolisis setiap 10 menit
- Catat perubahan parameter: pH, TDS, suhu, dan ORP
- Pisahkan air alkali dan air asam
6. Karakteristik Arus Elektrolisis
- Tahap 1: Arus meningkat eksponensial (sifat
induktif)
- Tahap 2: Arus menurun eksponensial (sifat kapasitif)
- Tahap 3: Arus relatif konstan (sifat resistif)
Catatan penting: Kualitas elektrolisis sangat
bergantung pada nilai TDS air, semakin tinggi TDS, semakin besar arus dan
efektivitas elektrolisis.
Cara Kerja
1. Persiapan Alat dan Bahan
- Menggunakan Portable Water Ionizer (PWI)
- Elektroda: Carbon graphite dan stainless steel
(SS306)
- Panjang elektroda 12 cm, diameter 1 mm
- Jarak antar elektroda 7 cm
- Menggunakan membran pemisah
- Sumber tegangan: AC PLN 220V yang diubah menjadi DC
105V
2. Prosedur Elektrolisis
- Isi wadah dengan air mineral/air uji secara penuh
- Ukur parameter awal: TDS, pH, suhu, dan ORP
- Hubungkan elektroda dengan sumber tegangan DC
- Jalankan proses elektrolisis selama 180 menit
- Ukur arus elektrolisis setiap 10 menit
3. Mekanisme Reaksi
- Pada katoda (sisi negatif):
Ion positif
(Ca2+, Mg2+, Na+, K+) tertarik
Bergabung
dengan OH- membentuk air alkali
Menghasilkan
pH > 7 dan ORP negatif
- Pada anoda (sisi positif):
Ion negatif
(SO42-, NO3-, CO32-, Cl-, F-) tertarik
Bergabung
dengan H3O+ membentuk air asam
Menghasilkan
pH < 7 dan ORP positif
4. Karakteristik Arus Elektrolisis
- Tahap 1 (0-30 menit): Arus meningkat eksponensial
(sifat induktif)
- Tahap 2 (30-120 menit): Arus menurun eksponensial
(sifat kapasitif)
- Tahap 3 (120-180 menit): Arus relatif konstan (sifat
resistif)
5. Pengukuran Akhir
- Pisahkan air alkali dan air asam
- Ukur parameter akhir: TDS, pH, suhu, dan ORP
Catatan penting: Kualitas elektrolisis sangat bergantung pada nilai TDS air, semakin tinggi TDS, semakin besar arus dan efektivitas elektrolisis.
Proses Elektrolisis
Elektrolisis melibatkan penerapan arus listrik melalui
air untuk memisahkan molekul air menjadi ion-ion penyusunnya. Pada diagram ini,
terdapat dua elektroda: anoda (positif) dan katoda (negatif).
- Sisi
Kiri (Anoda - Positif)
- Di
sisi anoda, terjadi reaksi oksidasi. Ion OH⁻ kehilangan
elektron (e⁻) dan membentuk gas oksigen (O₂) serta ion hidrogen (H⁺).
- Produk
utama:
- Gas
Oksigen (O₂)
- Ion
Hidrogen (H⁺) yang meningkatkan keasaman air.
- Air
yang terbentuk di sisi ini disebut air asam, bersifat asidik (pH
rendah), dan sering digunakan sebagai desinfektan atau pembersih.
Reaksi Kimia:
- 4OH−→2H2O+O2+4e−4OH⁻
→ 2H₂O + O₂ + 4e⁻
- Sisi
Kanan (Katoda - Negatif)
- Di
sisi katoda, terjadi reaksi reduksi. Ion H⁺ menerima
elektron (e⁻) dan membentuk gas hidrogen (H₂). Ion-ion mineral seperti
Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, K⁺ {Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, K⁺} tetap di dalam
larutan bersama ion OH⁻, menciptakan air yang bersifat basa.
- Produk
utama:
- Gas
Hidrogen (H₂)
- Ion
hidroksida (OH⁻) yang meningkatkan kebasaan air.
- Air
yang terbentuk di sisi ini disebut air basa (kangen water),
bersifat alkalis (pH tinggi), sering digunakan untuk konsumsi karena
dianggap memiliki manfaat kesehatan.
Reaksi Kimia:
- 2H++2e−→H22H⁺ + 2e⁻ →H₂
Ion-ion yang Terlibat
- Sisi
Asam (Anoda):
- Ion-ion
seperti Cl⁻, NO₃⁻, SO₄²⁻, CO₃²⁻ {Cl⁻, NO₃⁻, SO₄²⁻, CO₃²⁻}
cenderung terkumpul di sisi ini karena sifat elektrokimia mereka.
- Sisi
Basa (Katoda):
- Ion-ion seperti Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, K⁺ {Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, K⁺} terkonsentrasi di sisi ini.
Unsur-unsur dan senyawa garam apa saja yang mungkin
terdapat dalam air mineral.
1. Ion Positif (Kation):
- Na+ (Natrium)
- K+ (Kalium)
- Ca2+ (Kalsium)
- Mg2+ (Magnesium)
2. Ion Negatif (Anion):
- Cl- (Klorida)
- NO3- (Nitrat)
- SO42- (Sulfat)
- F- (Fluorida)
- CO32- (Karbonat)
Total Dissolved Solids (TDS) dapat diperkirakan dengan
persamaan:
TDS = Cl- + NO3- + SO42- + F- + Na+ + K+ + Ca2+ + Mg2+
+ 0.6 Alkalinitas
Konsentrasi ion-ion ini mempengaruhi:
- Daya hantar listrik air
- Proses elektrolisis
- Pembentukan air alkali dan air asam
- Nilai pH air mineral
Semakin tinggi konsentrasi ion-ion terlarut, semakin
tinggi nilai TDS dan semakin besar arus listrik yang dapat mengalir selama
proses elektrolisis.
Progres Alatnya
Alat yang Diperlukan dalam Membuat Water Ionizer
Bukti pembelian
Hasil
Dari pembahasan mengenai water ionizer, diperoleh beberapa temuan
penting:
- Proses ionisasi air dilakukan melalui reaksi elektrokimia, yang
melibatkan elektroda positif dan negatif untuk menghasilkan air alkali (pH
tinggi) dan air asam (pH rendah).
- Air alkali yang dihasilkan memiliki potensi sebagai antioksidan karena
adanya ion hidroksida (OH⁻), sementara air asam lebih sering digunakan
untuk keperluan sanitasi.
- Efektivitas water ionizer sangat bergantung pada kualitas air
baku, seperti kandungan mineral dan tingkat kebersihan awal air.
- Beberapa penelitian mendukung manfaat air alkali untuk kesehatan,
seperti meningkatkan hidrasi dan membantu menjaga keseimbangan asam-basa
tubuh. Namun, klaim ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk
memastikan keakuratan dan relevansinya.
Kesimpulan
Teknologi water
ionizer menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas air dengan
cara yang sederhana dan mudah diakses. Dari sisi kimia, proses ionisasi
melibatkan prinsip elektrokimia yang menghasilkan perubahan pada sifat
fisikokimia air. Air alkali dapat memberikan manfaat tertentu bagi kesehatan,
sementara air asam bermanfaat untuk aplikasi higienis dan sanitasi.
Meskipun
teknologi ini memiliki potensi yang menjanjikan, penting untuk tetap kritis
terhadap klaim kesehatan yang belum sepenuhnya terverifikasi secara ilmiah.
Keberhasilan pemanfaatan water ionizer juga bergantung pada pemahaman
yang tepat mengenai mekanismenya dan pemilihan air baku yang sesuai. Dengan
demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan,
efektivitas, dan manfaat jangka panjang dari teknologi ini dalam kehidupan
sehari-hari.




